jejak kaki yang kau tinggalkan
pada tanah gembur kala itu,
akan selalu ada, selamanya.
Selamat tinggal!
Combro's Quote
Wednesday, 3 August 2016
Friday, 1 January 2016
Hujan yang Menyatukan
Suara lantang kan kita keluarkan
Meriahkan nanti, tahun baruan
Trompet ini telah lama ku genggam
Ayo, ayo kita bunyikan
Telah selesai kewajibanku di rumah
Melayani orang tua dengan ramah tamah
Walau bertato pun ku tersenyum ramah
Anak punk yang tunduk kaidah
Bersuka cita inilah kita
Di depan kantor walikota disinilah kita
Di tahun yang baru kutulis cerita
Untukmu, oh gadis jauh disana
Hei ini knalpot sudah keluar dari reparasi!
Mengapa tak kau perbolehkan ini bernyanyi !?
Suaranya apakah pernah kau dengar, Pak?
Ya ini, suara semangat penerus kebanggaan bangsa!
Dalam setiap suara bising pemuda berdiri
Dalam suara sirine aparat kami menyiagakan diri
Tapi apa yang terjadi?
Hujan menyatukan kami
Di bawah teduhan warung polisi berdiri
Di bawah teduhan pohon pemuda bernyanyi
Ini bukan sekedar berteduh tanpa diskusi
Cukuplah bagi kami, hujan di awal hari
Meriahkan nanti, tahun baruan
Trompet ini telah lama ku genggam
Ayo, ayo kita bunyikan
Telah selesai kewajibanku di rumah
Melayani orang tua dengan ramah tamah
Walau bertato pun ku tersenyum ramah
Anak punk yang tunduk kaidah
Bersuka cita inilah kita
Di depan kantor walikota disinilah kita
Di tahun yang baru kutulis cerita
Untukmu, oh gadis jauh disana
Hei ini knalpot sudah keluar dari reparasi!
Mengapa tak kau perbolehkan ini bernyanyi !?
Suaranya apakah pernah kau dengar, Pak?
Ya ini, suara semangat penerus kebanggaan bangsa!
Dalam setiap suara bising pemuda berdiri
Dalam suara sirine aparat kami menyiagakan diri
Tapi apa yang terjadi?
Hujan menyatukan kami
Di bawah teduhan warung polisi berdiri
Di bawah teduhan pohon pemuda bernyanyi
Ini bukan sekedar berteduh tanpa diskusi
Cukuplah bagi kami, hujan di awal hari
Subscribe to:
Posts (Atom)